Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Buah dan sayur adalah makanan terbaik yang disediakan alam untuk manusia. Beragam jenis nutrisi didapatkan sehingga tubuh senantiasa sehat. Buah dan sayur dinilai lebih sehat ketimbang daging merah yang menyebabkan efek samping, misalnya hipertensi.
Banyak sekali jenis buah yang disarankan untuk dikonsumsi, namun ada satu jenis buah yang masih belum banyak orang tahu, namun manfaatnya banyak sekali.
Buah okra, adalah tanaman yang dapat dikonsumsi hingga biji di dalamnya. Tanaman ini umumnya sangat lunak dan berlendir.
Buah ini dikenal juga sebagai ‘lady finger’ atau oyong, yang umumnya tumbuh di negara beriklim tropis seperti Indonesia, Asia, India, dan Timur Tengah tidak terlalu asing dengan menu makanan yang terbuat dari okra.
Sayangnya sebagian orang tidak mau konsumsi olahan okra. Hal ini karena teksturnya cenderung berlendir dan lengket, terutama ketika dipanaskan. Padahal di balik kekurangan tersebut, okra mengandung potensi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Okra mengandung berbagai macam mineral, seperti kalium, magnesium, tembaga, seng, fosfor, dan kalsium. Okra juga mengandung vitamin, mulai dari vitamin A, B, C, hingga vitamin K.
Okra diyakini memiliki manfaat bagi pengidap diabetes. Hal ini karena senyawa dalam buah ini menstabilkan kadar gula darah. Caranya kamu mengonsumsi biji okra yang dipanggang atau meminum air okra. Air okra dibuat dengan merendam okra semalaman di dalam air putih dan meminum air rendaman tersebut di pagi harinya.
Kemampuannya menurunkan gula darah diduga berkat kandungan seratnya yang tinggi, sehingga mampu memperlambat pelepasan gula dalam darah dan mengandung indeks glikemik yang rendah. Namun, tetap harus rutin kontrol gula darah dan kombinasi dengan penggunaan obat oral anti hiperglikemia.
Ekstrak okra juga dipercaya memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol. Hal ini karena okra mengandung serat yang tinggi dan kaya kandungan antioksidan.
Konsumsi okra secara teratur terbukti mencegah gangguan fungsi ginjal. Sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan dalam Jilin Medical Journal menemukan orang yang mengonsumsi lebih banyak okra secara rutin memiliki gejala gangguan fungsi ginjal yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak memakan okra.***











