Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Ana Fadillah: Sedih, Terjadi 127 Kasus Kekerasan terhadap Kaum Perempuan di Jombang 2025

badge-check


					Direktur WWC Ana Fadillah menyampaikan keprihatinan atas tindakan kekerasan terhadap kaum perempuan, khsususnya di wilayah Jombang yang telah memliki Perda Pelindungan terhadap anak dan perempuan. Foto: Kredonews.com/ elok apriyanto Perbesar

Direktur WWC Ana Fadillah menyampaikan keprihatinan atas tindakan kekerasan terhadap kaum perempuan, khsususnya di wilayah Jombang yang telah memliki Perda Pelindungan terhadap anak dan perempuan. Foto: Kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |  Edtor: Priyo Suwarno

KREDONWS.COM, JOMBANG-  Peristiwa kekerasan terhadap perempuan di Jombang masih menunjukkan tren mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, Women’s Crisis Center (WCC) Jombang mencatat 127 kasus kekerasan berbasis gender dan seksual, dengan kekerasan seksual menjadi kasus paling dominan.

Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah, mengatakan kekerasan terhadap perempuan masih terjadi secara sistemik meski berbagai regulasi telah diberlakukan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kekerasan berbasis gender masih berlangsung secara sistemik. Instrumen hukum sudah ada, tetapi implementasinya belum sepenuhnya berpihak pada pengalaman dan kebutuhan korban,” ujar Ana Abdillah, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan sepanjang 2025, WCC Jombang menerima 102 aduan yang teridentifikasi menjadi 127 kasus kekerasan, dengan 112 perempuan sebagai korban.

“Angka tersebut meningkat dibandingkan 86 kasus pada 2023 dan 112 kasus pada 2024. Data ini juga menunjukkan satu korban dapat mengalami lebih dari satu bentuk kekerasan dalam satu rangkaian peristiwa,” paparnya.

Berdasarkan CATAHU 2025, kekerasan seksual menjadi kasus paling dominan dengan 75 kasus. Rinciannya meliputi 34 kasus perkosaan, 20 kasus pelecehan seksual, 14 kasus kekerasan seksual berbasis elektronik, empat kasus pemaksaan perkawinan, serta tiga kasus pemaksaan aborsi.

Ana menjelaskan, dampak yang dialami korban tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan psikologis.

“Kami mencatat korban mengalami perundungan, victim blaming, putus sekolah, hingga kehamilan tidak diinginkan. Bahkan dalam kasus KDRT, ada korban yang justru berhadapan dengan hukum,” katanya.

Selain itu, tercatat 45 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta satu kasus perkosaan yang disertai pembunuhan berencana.

Dampak KDRT juga mencakup tiga korban terinfeksi penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, serta empat perempuan berstatus terdakwa akibat situasi kekerasan yang mereka alami.

Ia menegaskan berdasarkan catatan WCC, pelaku kekerasan mayoritas merupakan orang terdekat korban, seperti pasangan atau anggota keluarga.

Di lingkungan kerja, WCC Jombang mencatat enam kasus kekerasan, dengan pelaku dominan berasal dari atasan dan rekan kerja.

Sementara itu, lingkungan pendidikan menjadi lokasi dengan jumlah kasus tertinggi, yakni tujuh kasus yang terjadi di sekolah formal, pesantren, dan lembaga pendidikan nonformal. Pelaku didominasi guru dan pengasuh.

Meski Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta Kabupaten Jombang mengesahkan Perda Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, WCC Jombang menilai pelaksanaannya masih belum optimal.

“Masih ada kesenjangan besar antara kebijakan normatif dan realitas korban di lapangan, mulai dari keterbatasan layanan hingga lemahnya koordinasi lintas sektor,” pungkas Ana. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Trending di News