Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Tahun 2025 menandai tonggak sejarah dalam pariwisata Tiongkok ke Indonesia , dengan peningkatan tajam jumlah kedatangan yang mencapai angka luar biasa 1,34 juta pengunjung , tertinggi dalam enam tahun terakhir. Lonjakan perjalanan ini telah membantu membangun kembali lanskap pariwisata setelah dampak pandemi yang mengganggu mobilitas global.
Peningkatan ini menggarisbawahi kebangkitan kembali perjalanan internasional, dan khususnya hubungan yang kuat antara Tiongkok dan Indonesia, yang keduanya telah memperoleh manfaat dari peningkatan jalur transportasi dan kemudahan prosedur visa .
Faktanya, Tiongkok kini menempati peringkat keempat sebagai pasar sumber terbesar bagi Indonesia, dengan warganya menyumbang 8,7% dari total kedatangan internasional di negara tersebut. Ini menandai pemulihan yang substansial dari era pra-pandemi, di mana arus pengunjung antara kedua negara sangat terpengaruh oleh krisis kesehatan global. Pertumbuhan ini merupakan bukti peningkatan perjalanan lintas batas di kawasan Asia.
Bali dan Jakarta
Di antara destinasi yang paling dicari oleh wisatawan Tiongkok adalah Bali dan Jakarta , yang terus mempertahankan popularitasnya sebagai pusat wisata . Kedua kota ini saja telah mencatat lebih dari satu juta kunjungan .
Bali, dengan pemandangan yang indah, pantai-pantai ikonik, dan warisan budayanya, tetap menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mencari liburan yang tenang. Jakarta, ibu kota yang dinamis, menawarkan perpaduan pengalaman budaya, komersial, dan hiburan yang menarik wisatawan perkotaan dari seluruh dunia.
Namun, pergeseran pola perjalanan juga terlihat jelas. Terdapat peningkatan minat pada daerah-daerah di luar destinasi wisata populer. Lokasi-lokasi seperti Sumatera Utara , Batam , dan Surabaya telah mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang stabil , menandakan daya tarik yang lebih beragam bagi wisatawan dari Tiongkok, demikian menurut outlet Travel And Tour Worldwide (TTW).
Pesona alam Bali , bersama dengan kehidupan kota Jakarta yang semarak , tidak diragukan lagi akan tetap menjadi daya tarik utama. Namun, seiring dengan meningkatnya jiwa petualang para pelancong, daerah-daerah seperti Sumatera Utara , Batam , dan Surabaya kemungkinan akan menjadi pilihan yang lebih menarik bagi mereka yang ingin menjelajah tempat-tempat yang jarang dikunjungi.
Pertumbuhan jumlah kedatangan wisatawan yang berkelanjutan menandakan bahwa, terlepas dari tantangan global, pariwisata antara Tiongkok dan Indonesia kemungkinan akan terus berkembang pesat di tahun-tahun mendatang, tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga memupuk hubungan budaya dan antar masyarakat yang lebih dalam.***











