Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Kolesterol pada Santan Tidak Berbahaya Namun Ada Syaratnya

badge-check


					dr Susan Thiab, sumber IG Susan Perbesar

dr Susan Thiab, sumber IG Susan

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMVANG.COM-Banyak orang selama ini menghindari santan karena dianggap mengandung banyak kolesterol. Terkait masalah ini, dr. Susan Thian akhirnya angkat bicara di IG pribadinya pada 18 November 2025.

Ia membuka pembahasan dengan sebuah pertanyaan, “Siapa coba yang gak suka sama makanan padang?” Namun, ada kekhawatiran yang sering muncul, “Tapi katanya jangan sering-sering, nanti kolesterolnya naik karena ada banyak santannya.”

Dokter Susan Thian, yang memiliki misi membantu mendapatkan kehidupan lebih baik melalui edukasi kesehatan, kecantikan, dan finansial, menjelaskan lebih lanjut tentang kandungan santan.

Ia mengakui, “Santan isinya memang banyak lemak.” Meskipun demikian, penting untuk mengetahui jenis lemak apa yang terkandung di dalamnya.

Santan kaya akan MCT Oil atau Medium Chain Triglyceride, yang dijelaskan sebagai, “jenis lemak yang bisa langsung dipakai sama badan kita.”

Memang, santan banyak mengandung lemak jenuh. Namun, yang perlu ditekankan adalah, “lemak jenuh yang ini berasal dari Real Food.” Lemak ini akan menaikkan LDL, tetapi jenis LDL yang naik adalah yang disebut Large LDL.

Dokter Susan menegaskan bahwa, “Large LDL ini lebih jinak dibandingkan dengan Small Dense LDL.” Ia mengingatkan, “Ngerti ya, gak semua LDL itu kualitasnya sama.”

Kunci utama dalam konsumsi santan sebetulnya adalah bagaimana santan itu dimasak. Santan bisa menjadi pemicu penyakit jika, “konsumsi santan digabungkan dengan gula dan bahan makanan lain yang banyak sekali faktor inflamasinya,” seperti pengental, pewarna, pemanis, dan pengawet.

Selain itu, cara memasak juga berpengaruh, karena “santan bisa jadi berbahaya kalau kamu panaskan dalam jangka waktu yang panjang,” sebab ia bisa teroksidasi.

Sebaliknya, jika Anda, “masukkan santan di akhir masakan, hanya sekedar untuk mendidihkan, lalu dimatikan, tidak ada masalah.” Ia juga menambahkan satu larangan penting: “Dan jangan dipanaskan berkali-kali.” Untuk mendapatkan manfaat terbaik,

“Santan yang paling baik tentu saja santan yang berasal dari kelapa asli, bukan santan kemasan.” Santan kemasan dikhawatirkan sudah mengandung bahan-bahan lain.

Kesimpulannya, dr. Susan Thian menyatakan, “konsumsi santan gak ada masalah. Boleh, silakan, tolong dicatat.” Namun, ada tiga catatan penting yang harus diikuti:

“Jangan digabungkan dengan bahan-bahan yang tinggi gula, dan juga bahan-bahan yang penuh dengan faktor inflamasi yang tadi saya sebutkan. Dan jangan dipanaskan dalam jangka waktu panjang dan berkali-kali.”.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style