Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Satpol PP Tangkap Pengemis, Namun Tekejut Setelah Menanyainya

badge-check


					Satpol PP saat menanyai pengemis , sumber Fakta.indo Perbesar

Satpol PP saat menanyai pengemis , sumber Fakta.indo

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, PALU– Seorang pria menjadi sorotan warga Kota Palu setelah terjaring razia Satpol PP pada Jumat kemarin, 31 Oktober 2025. Hal tersebut menjadi viral di media sosial.

Dalam video akun Instagram @fakta.indo, pria yang dikenal sering mengemis di perempatan Jalan Towua, Basuki Rahmat, dan I Gusti Ngurah Rai itu mengaku sebagai anak tokoh nasional.

Saat diamankan, pria yang mengaku sebagai anak Bung Karno, presiden pertama RI, meminta petugas untuk menghubungi Ibu Megawati dan Presiden Prabowo.

Bahkan Ia juga memperingatkan bahwa jika diperlakukan dengan tegas oleh petugas, kasus ini bisa menjadi besar.

“Jadi maksud saya, kalau bapak mau tekan-tekan saya ini kasus besar pak. Saya keluarga besar terus terang, saya anak Insinyur Soekarno pak, betul pak saya tidak main-main,” kata pria yang mengaku anak Presiden pertama itu.

“Silahkan telpon Ibu Megawati, saya Mayor Jenderal Yohanes pada saat perang Timor Timur, silahkan telpon Pak Prabowo dan Ibu Megawati Soekarno Putri,” sambung dia.

Atas penyataan tersebut mengandung gelak tawa Satpol PP yang seakan-akan tidak percaya atas ucapan pria yang sehar-harinya sebagai pengemis itu.

Kejadian ini membuat warga setempat ramai membicarakan aksi pria tersebut, yang menimbulkan tanda tanya terkait kondisi dan maksut pernyataannya.

Insiden ini pun memicu beragam spekulasi di kalangan netizen.Banyak yang mempertanyakan kondisi kejiwaan pria tersebut, menduga bahwa klaim yang dilontarkannya mungkin merupakan manifestasi dari gangguan psikologis yang memerlukan penanganan serius, bukan sekedar ejekan.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang melihatnya sebagai bentuk strategi survival yang ekstrem di tengah tekanan ekonomi, di mana seseorang mungkin mengarang identitas yang sangat kuat untuk melindungi diri atau merasa berarti.

Perbincangan hangat ini mengalihkan fokus dari sekadar kejadian lucu menjadi sebuah fenomena sosial yang lebih dalam, menyentuh persoalan kesehatan mental dan kerentanan sosial di masyarakat.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Dudung Abdurrahman: Jargas Sudah Siap 100 %, Gresik Bangun 7.363 Sambungan Rumah

18 September 2026 - 19:42 WIB

Polisi OTT 28 Kepala Sekolah Banyuasin Berdalih Bimtek di Hotel Palembang, Barang Bukti Rp30 Juta Lebih

18 September 2026 - 18:21 WIB

Kemenhaj Bekukan Izin PT Annisa Ahmada Travelindo, Telantarkan 200 Jamaah Jombang

18 September 2026 - 06:38 WIB

Trending di News