Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Kadar Gula Darah Melalui Napas

badge-check


					Tanpa mengeluarkan darah kadar gula darah diketahui Perbesar

Tanpa mengeluarkan darah kadar gula darah diketahui

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan alat deteksi dini diabetes yang bekerja hanya melalui embusan napas, tanpa perlu pengambilan darah. Inovasi ini memberikan harapan baru bagi penderita diabetes yang selama ini mengandalkan metode pemeriksaan darah invasif.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), tim lintas fakultas UGM menciptakan glycemia breath analyzer (Glyra), alat pendeteksi kadar gula darah non-invasif yang cepat, akurat, nyaman, dan bebas rasa sakit.

Ketua tim, Muhammad Nafal, menjelaskan ide pengembangan Glyra muncul karena tingginya prevalensi diabetes di Indonesia yang kini menempati peringkat kelima dunia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dua dari setiap seratus penduduk dewasa di Indonesia mengidap diabetes melit.

“Penderita diabetes sering dihadapkan pada metode pemeriksaan invasif yang mengharuskan pengambilan darah berulang kali. Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman serta berpotensi menyebabkan iritasi,” ujar Nafal, Sabtu (18/10/2025).

Ia memaparkan, Glyra bekerja dengan mendeteksi biomarker kimia dalam embusan napas. Ketika tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa dengan baik, metabolisme beralih pada pembakaran lemak yang menghasilkan senyawa keton seperti aseton.

“Senyawa ini, bersama biomarker lainnya, dikeluarkan melalui paru-paru dan dapat diukur sebagai indikator kadar gula darah,” jelasnya.

Glyra dilengkapi enam sensor gas berteknologi tinggi yang mampu mengenali berbagai biomarker spesifik. Data dari sensor kemudian diolah menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi. Perangkat ini juga terintegrasi dengan internet of things (IoT), memungkinkan hasil pemeriksaan dipantau secara real-time melalui laman web khusus.

Tim pengembang terdiri atas Muhammad Nafal Zakin Rustanto (ketua tim), Nathanael Satya Saputra, Alfito Putra Parindra, Muhammad Bintang Hidayatullah Marbun, dan Mirza Evrizqo Timmerman, di bawah bimbingan dosen Fakultas Teknik UGM, Igi Ardiyanto.

Anggota tim Mirza Evrizqo Timmerman, mengungkapkan, pengembangan Glyra telah mencapai 80%. “Prototipe perangkat keras sudah jadi. Sensor dan sistem listrik telah terpasang. Saat ini kami dalam tahap pengambilan data untuk menyempurnakan algoritma AI,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim berencana mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk melindungi inovasi ini. Meski baru pertama kali mengikuti PKM, mereka tidak mengalami kendala berarti berkat dukungan penuh dari dosen pembimbing dan universitas.

Tim PKM-KC Glyra berharap alat ini dapat menjadi solusi skrining dini dan pemantauan gula darah yang lebih terjangkau serta mudah diakses masyarakat. Dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, mereka menargetkan Glyra segera memasuki tahap uji klinis lanjutan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Anggota DPRD di Jatim Ditangkap Polrestabes Surabaya karena Narkoba

30 September 2026 - 19:20 WIB

YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak , Usai Putusan MK

30 September 2026 - 18:59 WIB

Penerbangan Singapura Tersebar ke 17 Kota RI, Ekonomi Daerah Luar Jawa Panen Devisa

30 September 2026 - 18:38 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Rp109.000 per Kg, Telur Ayam di Rp29.500 per Kg

29 September 2026 - 21:08 WIB

Urai Macet Ketapang-Gilimanuk, Jatim Revitalisasi Dermaga Bulusan Rp6 Miliar

29 September 2026 - 20:14 WIB

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

28 September 2026 - 18:56 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Trending di Nasional