Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, AMERIKA- CEO Google DeepMind, Demis Hassabis memrediksi bahwa revolusi yang dibawa oleh AI akan jauh lebih besar dan lebih cepat dibandingkan Revolusi Industri.
Ia memperkirakan dampak AI akan menjadi sekitar 10 kali lebih besar dan terjadi 10 kali lebih cepat daripada Revolusi Industri, yang berlangsung sekitar 100 tahun, sehingga perubahan besar akibat AI akan terjadi dalam waktu sekitar 10 tahun.
Dengan demikian, secara gabungan impact dan kecepatannya, AI diperkirakan akan memiliki pengaruh sekitar 100 kali dibandingkan Revolusi Industri.
Hassabis menjelaskan bahwa Revolusi Industri mengubah dunia dengan mengotomatisasi tenaga fisik manusia, sementara revolusi AI fokus pada peningkatan dan bahkan penggantian kemampuan berpikir manusia melalui mesin.
Ia optimistis revolusi ini akan memicu periode produktivitas luar biasa dan kelimpahan yang radikal meskipun menyebabkan beberapa pekerjaan tergantikan oleh automasi. Namun, ia juga percaya akan muncul banyak pekerjaan baru yang sangat bernilai yang belum bisa kita bayangkan saat ini.
Di samping itu, Hassabis memperkirakan bahwa dalam 5-10 tahun ke depan, kecerdasan buatan tingkat yang setara dengan kecerdasan manusia (Artificial General Intelligence/AGI) akan mulai terwujud, mengindikasikan percepatan eksponensial dalam pengembangan teknologi AI.
Singkatnya, CEO DeepMind melihat AI sebagai revolusi teknologi terbesar yang bakal terjadi dengan skala dan kecepatan jauh melebihi Revolusi Industri, yang menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang sangat besar dalam waktu singkat.
-
Adaptasi dan adopsi teknologi AI secara cepat: Mengingat perubahan akan sangat cepat dan besar, bisnis perlu segera mengintegrasikan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, automasi proses, dan pengambilan keputusan berbasis data. Eksperimen dan penggunaan alat AI terbaru sangat dianjurkan untuk tetap kompetitif.
-
Inovasi produk dan layanan: AI membuka peluang inovasi baru yang sebelumnya tidak mungkin, misalnya personalisasi produk, layanan otomatis, hingga pengembangan produk canggih berbasis AI. Strategi bisnis harus fokus pada pemanfaatan AI untuk menciptakan nilai tambah dan keunggulan kompetitif.
-
Pengembangan SDM yang paham AI dan STEM: Hassabis merekomendasikan agar bisnis memperkuat talenta yang memiliki pemahaman STEM (ilmu komputer, matematika, fisika) dan familiar dengan AI, karena SDM ini akan menjadi kunci sukses di era disrupsi AI.
-
Persiapan reskilling dan perubahan struktur tenaga kerja: Karena AI akan menggantikan beberapa pekerjaan rutin, strategi bisnis harus mulai menyiapkan program pelatihan ulang untuk karyawan agar mampu ikut serta dalam ekosistem kerja baru yang lebih mengandalkan AI.
-
Mengantisipasi tantangan etika dan regulasi: Bisnis harus menyadari tantangan yang muncul seperti privasi data, bias algoritma, dan etika penggunaan AI, sehingga perlu membangun kebijakan internal yang etis dan mematuhi regulasi yang berlaku agar berkelanjutan.
Prediksi Hassabis menuntut bisnis Anda untuk bertransformasi secara cepat dan adaptif dengan AI, memperkuat kapabilitas teknologi dan SDM, serta menjalankan inovasi berkelanjutan sambil mengelola risiko etis dan regulasi. Langkah ini penting agar bisnis tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan besar yang dibawa revolusi AI ini.
Demis Hassabis adalah salah satu pendiri dan CEO Google DeepMind, sebuah perusahaan terkemuka dalam riset kecerdasan buatan (AI) yang berbasis di London.
Ia dikenal sebagai tokoh penting di bidang AI dengan pencapaian besar seperti mengembangkan AlphaGo, program AI pertama yang mengalahkan juara dunia dalam permainan Go, serta AlphaFold, algoritma yang memecahkan tantangan prediksi struktur protein selama 50 tahun dan meraih Penghargaan Nobel Kimia 2024.
Hassabis memiliki latar belakang pendidikan komputer di University of Cambridge dan gelar PhD dalam neuroscience kognitif dari University College London.
Selain itu, sebelum mendirikan DeepMind, ia pernah bekerja di industri game sebagai pengembang dan perancang AI untuk berbagai game populer. Hassabis juga memiliki pengalaman riset di beberapa institusi ternama seperti MIT dan Harvard.
Singkatnya, Demis Hassabis adalah seorang ilmuwan komputer dan entrepreneur AI yang sangat berpengaruh, dengan visi mengembangkan kecerdasan buatan umum (Artificial General Intelligence/AGI) untuk memajukan ilmu pengetahuan dan memberi manfaat luas bagi umat manusia. **